Tuesday, February 15, 2011

a Poem

CONFESSION #2
14/2/11 Valentine

Ku tuliskan ini ketika mentari bersinar terang
Ketika angin berhembus lembut dalam tenang
Ketika pasir tersibak ramainya kicauan orang
Ketika hatiku bergeming dalam bimbang

Semburat jingga dilangit senja
Menampakkan kesedihanku yang tak terkira
Aku terdiam menunggu sang cinta
Dalam diam tangis terlukis duka

Rambut kuyub bertahta peci kumal
Kepala tersandar bimbang menanti ajal
Bibir lemah mengalun ayat cinta hafal
Pemimpi cinta menunggu tanpa akal

Kicawan camar mengalun indah
Kaki kotor peluh haram jadah
Tangan rapuh kalah mengadah
Menanti sang serpihan iga tanpa lelah

No comments:

Post a Comment