Friday, September 20, 2013

Untuk yang disesali...


Detik Lalu

Dudukku di kursi beranyaman
Selagi air mencium sari diri
Mengelokkan air dalam aliran
Mengajakku kembali pada pagi lalu

Ah, inginku pada detik itu
Saat esapan itu murah nan indah
Tidakkah kau ada pada detik itu?
Saat kau tidur pun kaki melangkah

Selayak ribuan kaki jauh dari pagi
Sore kini rantingpun bersuara
Menghardik seraya daun mencaci
Selayak angin menghentak kelopak jiwa

Oh, detik di pagi lalu…

No comments:

Post a Comment