Yang Terhenti
Serahim embun di
jendela kaca
Mendendang air
berirama gemercik
Hati rapuh terpaut
jenuh
Mata kututup ceritapun
kutarik
Jiwa ini paham
ketidakmungkinan
Selayak api berpendar hitam
Buncahan air di gurun bertaman
Sehampa aku di ruang hatimu
Aku ingin mencintaimu
dalam angin
Seperti senja mengarak
dingin
Aku ingin mencintaimu
dalam suara
Seperti harpa
kehilangan nada
Itu tetap ada, tanpa
aku ada
No comments:
Post a Comment