Rengkuhan Malam atas Pagi
Aku tak sejujur tunas rumput
Yang mengangguk dalam rinai
awan
Punku tak seramah tanah
Yang pantas meminang
hangatnya pendar
Aku sesederhana lalat membau
cinta
Yang terpedaya sempitnya
logika
Kala jemari menyilang dusta
Selagi kata merangkai
kosongnya asa
Aku limbung diterpa detik waktu
Merapuh dalam hambarnya
rasamu
Meniadakan pandu di gelapku
Aku melenyap dalam
keberadaanku
Inikah benar itu? Tanyaku
Inikah si perawan rasa?
Yang datang tak terpanggil
Yang hadir tak terelak
No comments:
Post a Comment